Kondisi Balita Korban Kekerasan yang Dilakukan Pacar Ibunya Mulai Membaik

Menteri PPPA Bintang Puspayoga mengunjungi korban di RS Sanglah Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Bocah perempuan berinisial KMW (2) menjadi korban kekerasan oleh pria bernama Ari Juniawan (22). Akibat penganiayaan korban mengalami patah kaki kanan serta luka-luka di tubuhnya.

“Kemarin sudah dilakukan penanganan sesuai dengan prosedur medis, dan nanti pada hari Selasa (3/12/2019) rencananya dilakukan pemasangan gips,” ucap Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar, dr. I Wayan Sudana saat mendampingi Menteri PPPA Bintang Puspayoga di RS Sanglah Denpasar, Sabtu (30/11/2019).

Dikatakan, saat ini secara psikologis kondisi korban sudah mulai pulih. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak melakukan tindakan operasi kepada korban lantaran korban masih dalam masa pertumbuhan, sehingga tulangnya akan menyambung kembali secara normal.

“Kalau untuk korban bisa kembali berjalan normal, dibutuhkan waktu sekitar dua bulan. Itu kenapa kita berikan kamar khusus, agar korban juga tenang, karena kondisi psiskologi juga mempengaruhi proses pemulihan,” jelasnya.

Terkait biaya, Wayan Sudana menerangkan bahwa pihaknya bekerjasama dengan Yayasan Rumah Anissa untuk biaya penanganan terhadap korban. Hal ini dikarenakan kasus yang dialami oleh korban tidak ditanggung BPJS.

Diberitakan sebelumya, KMW mengalami patah tulang kaki kanan setelah dianiaya oleh pacar ibunya bernama Ari Juniawan (22). Korban juga terlihat mengalami trauma saat dibawa ke rumah sakit.

“Korban terlihat ketakutan. Selain patah kaki, korban juga mengalami luka-luka memar dan bengkak di leher dan badan,” terang Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Kamis (28/11/2019) di Mapolresta Denpasar.

Kasus tersebut berawal dari kedatangan Khofifah Dwi Rahmadani alias Ifa (ibu kandung korban) datang menemui ibunya, Halimatus Sadiyah di Jalan Gunung Seraya 1A, nomor 4, Denpasar Barat, Kamis (21/11/2019) sekitar pukul 22.30 WITA.

Kedatangan Ifa untuk menjemput anaknya dan akan mengajak korban jalan-jalan yang saat itu tinggal bersama Halimatus Sadiyah (nenek korban).

Lantaran hingga pukul 23.30 WITA sang cucu belum dibawa kembali ke kos, Halimatus lalu menghubungi Ifa. Tak berselang lama Ifa datang bersama adiknya Puput dan tidak mengajak korban.

Merasa ada yang janggal, Halimatus kemudian mengajak Puput ke tempat kos Ifa di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat. Di sana Halimatus melihat korban tengah bersama pelaku dan Ifa dalam kondisi luka-luka serta ketakutan.

Korban kemudian dibawa ke bidan untuk berobat, namun karena lukanya terlihat parah, bidan menyarankan agar korban segera dibawa ke UGD RSUP Sanglah Denpasar.

Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku, Rabu (27/11/2019) sekitar pukul 02.00 WITA di seputaran Denpasar.

“Motif pelaku (menganiaya) karena anak korban menangis dan tidak mau diam,” jelas Kasat Reskrim. (agw)