Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Pembakaran Rumah Warga di NTT yang Diduga Punya Ilmu Santet

Foto ilustrasi.

Beritabalionline.com – Setelah menahan 32 warga Desa Bukit Seburi 1, Kecamatan Adonara Barat usai konflik, Polres Flores Timur akhirnya menetapkan 13 orang sebagai tersangka. Sebanyak 32 warga itu ditahan ketika menggeruduk Mapolsek Adonara Barat pada Sabtu (30/11/2019). Mereka membawa senjata tajam dan menuntut kepala desa mereka, Matias Kopong Raya, yang ikut ditahan polisi untuk dibebaskan.

Kasat Reskrim Polres Flotim, AKP Joni F. M Sihombing mengatakan, penetapan tersangka itu dilakukan, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan instensif terhadap 32 orang yang ditahan. Ke-13 warga tersebut berinisial SNA, YD, AH, YOR, AKW, YKM, MKA, EQD, EMI, AJM, FAH, MKR dan HDP.

“Sebanyak 12 orang tersangka kasus pembakaran rumah milik Dominikus yang dituding memiliki ilmu santet. Sedangkan satunya yakni HDP, merupakan sopir mobil pikap dan pemilik senjata tajam saat menggeruduk Polsek Adonara Barat,” ungkapnya, Senin (2/12/2019).

Joni menambahkan, saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap warga lainnya, guna dilakukan pemilihan dan mengetahui peran masing-masing tersangka.

Polda NTT kembali mengarahkan satu peleton BKO Brimob dari Maumere, Kabupaten Sikka ke Adonara Barat, usai puluhan warga menggeruduk Polsek, Sabtu (30/11/2019).

Penambahan personel dilakukan guna meningkatkan keamanan serta mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Satu peleton BKO dari Maumere. Tim BKO sekarang sudah berada di lokasi. Anggota Brimob dilengkapi senjata laras panjang dan sejumlah peralatan pengamanan lainnya,” katanya Kabid Humas Polda NTT AKBP Johannes Bangun, Minggu (1/12/2019).

Sebanyak 30 orang warga Desa Bukit Seburi 1, Kecamatan Adonara Barat menggeruduk Polsek Adonara Barat.

Mereka datang membawa senjata tajam dan menuntut kepala desa setempat, Matias Kopong Raya, yang ditahan polisi untuk segera dibebaskan.

Kapolres Flores Timur, AKBP Deny Abrahams mengatakan, kepala desa Matias Kopong ditahan terkait kasus pembakaran rumah warga atas nama Dominikus, yang dituding memiliki ilmu santet. Matias diduga kuat sebagai provokator hingga terjadi pembakaran rumah korban.

“Kita amankan kepala desa dan beberapa warganya datang ke Polsek minta untuk Kades dibebaskan sambil teriak-teriak seperti orang kerasukan roh leluhur, sehingga 30 orang dengan kades saya perintahkan untuk diamankan,” jelasnya, Minggu (1/12/2019). (itn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *