Diduga Terima Grarifikasi, Mantan Kepala BPN Denpasar Ditetapkan sebagai Tersangka

Kepala Kejaksaan (Kajati) Bali, Idianto SH. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali akhirnya menetapkan mantan Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Denpasar berinisial TN sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi. Penetapan TN yang juga sempat menjabat sebagai Kepala BPN Kabupaten Badung ini dilakukan sejak tanggal 13 September 2019 lalu.

Hal ini seperti dikatakan Kepala Kejaksaan (Kajati) Bali, Idianto SH didamping KasiPidsus, Nyoman Sucitrawan dan Kasi Dik Anang Suhartono pada Senij (9/12/2019) yang bertepatan dengan hari anti korupsi sedunia di Kejati Bali.

“Kami telah melakukan penyidikan kasus ini dan telah menetapkan TN sebagai tersangka,” ulasnya.

Kejaksaan Tinggi Bali kini masih mendalami kasua suap atau gratifikasi yang dilakukan oleh TN ini. Dikatakannya, penyidik meyakini. kasus ini melibatkan banyak pihak, dari mantan kepala hingga staf. Untuk sementara ini penyidik memanggil 12 saksi

TN kata dia diduga telah menerima sejumlah uang gratifikasi untuk pengurusan sertifikat tanah.“Ada 12 saksi gratifikasi. Kita sudah periksa (saksi lain) ke Solo, Jogja, Jakarta. Dugaan awal terkait pengurusan sertifikat,” paparnya.

Dikatakan pula, pihaknya juga sudah memeriksa TN sebagai saksi sebelum ditetapkan sebagai tersangka. “Sekarang mau kita datangkan tim ahli pidana dan saksi lain,” ungkapnya.

Dijelaskan pula, kasus yang menjerat TN dilakukan sejak menjabat sebagai Kepala BPN Denpasar sejak 2007 sampai 2011.

Sementara itu TN yang dikonfimasi melalui sambungan telepon terkait penetapan tersangka ini mengaku belum mengetahuinya. “Nanti akan kami serahkan semua kasus ini ke tim pengacar saya,” katanya

“Ya mas, saya belum tau tentang penetapan tersangka ini, sedangkan saya sudah di panggil kejati sebagai saksi dua kali, tapi saya belum tau kalau akan menjadi tersangka seperti info yang mas berikan ke saya,” ungkapnya. (sar)