Cegah Banjir, DPUPR Buleleng Gerakkan Petugas Drainase

Bersihkan drainage, PUPR Buleleng gerakkan 84 petugas drainage.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Adanya peningkatan intesitas curah hujan di Bumi Den Bukit, disikapi serius Pemkab Buleleng. Tidak hanya menggencarkan pembersihan sampah yang menyumbat drainage melalui program Bali Resik yang dimotori Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkab Buleleng juga menggerakkan petugas drainage yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Buleleng.

”Kita memaksimalkan petugas drainage yang ada, untuk membersihkan material sedimentasi pada saluran air atau drainage sehingga aliran air, terutama saat hujan bisa mengalir lancar. Ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi banjir saar datangnya musim hujan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Kabupaten Buleleng, I Nengah Budiarta, Minggu  (15/12/2019).

Selain menyasar drainage diwilayah Kota Singaraja, kata Budiarta, sebanyak 84 orang petugas drainage PUPR Kabupaten Buleleng juga digerakkan untuk membersihkan sedimentasi drainage yang pada kawasan pariwisata Lovina dan Pemuteran, Seririt, Pancasari dan Kubutambahan.”Kita sudah cover dari barat mulai Seririt, Lovina, Pancasari, wilayah kota sampai ke Kubutambahan,” ungkapnya.

Petugas drainage PUPR terdiri dari pekerja dan mandor, dibagi menjadi 14 wilayah.”Masing-masing wilayah ada kelompok tenaga drainase dan diawasi oleh mandor drainase,” jelasnya. Dari 14 wilayah, empat diantaranya berada diwilayah Seririt, Lovina, Pancasari dan Kubutambahan.

”Sisanya diwilayah Kota Singaraja. Pembagian wilayah bukan didasarkan batas administratif, melainkan jalur drainase yang ada. Dibagi perwilayah sesuai dengan jalur drainase,” terangnya.

Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) ini, PUPR Buleleng juga melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida.

”Hal ini dilakukan mengingat wilayah yang ditangani hanya sampai di Seririt. Untuk drainage yang berada pada wilayah sebelah barat Seririt, kewenangannya bukan di Pemerintah Kabupaten, melainkan di Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida,” tandas Budiarta seraya menyebutkan, petugas drainase sudah dilibatkan dalam pembersihan yang dilakukan Jumat (13/12/2019) pagi.

Petugas drainase bersama dengan pegawai Pemkab Buleleng, membersihkan jalur drainase yang dibagi menjadi sepuluh zona.“Ini (pembersihan drainage,red) memang tupoksi kami di PUPR. Namun, kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi juga antar instansi, termasuk dari masyarakat sendiri,” imbuhnya.

Sekretaris DPUPR Buleleng ini menambahkan, selain program pembersihan drainage sebagai upaya jangka pendek mencegah banjir, PUPR Buleleng juga terus membangun infrastruktur drainase.”Seperti diwilayah Desa Pancasari. Untuk proyek ini dananya dari Pemkab Buleleng dan sesuai kontrak, pengerjaan harus rampung pada tanggal 28 Desember 2019,” ungkapnya.

Sedangkan pembangunan sodetan di daerah Desa Baktiseraga, Jalan Serma Karma menuju Jalan ahmad Yani dikerjakan BWS Bali Penida.”Sodetan yang dikerjakan oleh BWS Bali Penida diharapkan dapat mengurangi genangan air yang terjadi pada musim hujan, khususnya di wilayah Jalak Putih. Sodetan tersebut juga diharapkan rampung akhir tahun 2019 ini,” tandas Budiarta sembari mengajak dan mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah banjir dengan menjaga kebersihan drainage.(riz)