Badung Sasar Pasar India, Harapkan Dukungan Airlines

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Made Badra beber hasil sales mission di India.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Di awal tahun 2020, tepatnya mulai tanggal 6 hingga 10 Januari, Pemerintah Kabupaten Badung kembali melakukan Sales Mission dengan menyasar India, melalui table top di Kota Mumbai dan Ahmedabad, serta menghadiri konferensi South Asia Travel and Tourism Exchange (SATTE) di Delhi.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Made Badra mengatakan, India adalah pasar yang sangat potensial digarap. Karena respon India sangat baik, termasuk ada kemiripan budaya. “Wedding, spa, dan culture termasuk alam, adalah hal yang kita promosikan ke India. Kami harap, target pasar India di tahun 2020 ini bisa tercapai 600 ribu. Kami sangat optimis dengan target itu,” ungkapnya, Rabu  (15/1/2020).

Tahun lalu, kata Badra, kunjungan wisatawan India mencapai 400 ribu lebih. Sehingga di tahun ini, target dinaikkan menjadi 600 ribu. “Untuk mencapai target ini, tentu membutuhkan dukungan dari airlines. Termasuk Garuda Indonesia, perlu kita dorong untuk bisa membawa penumpang dari 5 provinsi terbesar di India untuk direct flight menuju Denpasar. Karena slot penerbangan di bandara itu masih ada tersisa,” sebutnya.

Lebih lanjut dikabarkan dia, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pariwisata dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), total memiliki 5 kegiatan sales mission untuk tahun 2020 ini. Kegiatan tersebut menyasar 10 kota pada 5 negara potensial. “Jadi berikutnya kita akan melaksanakan sales mission ke New Zealand dan Australia, Berlin dengan Eropa mungkin Scandinavia, lanjut mungkin ke Amerika dan kita ke Rusia. Ini anggaran sudah kita pasang hampir Rp 4 milyar,” terangnya.

Selain kegiatan ke luar negeri, juga akan mengikuti kegiatan Travel Fair di dalam negeri, tepatnya di Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar. “Kita juga sedang melakukan research mengenai pasar mancanegara, sehingga akan menambah referensi dalam rangka mencari pasar-pasar baru,” tambah Badra seraya menambahkan, kunjungan wisatawan saat ini sudah mencapai 6,2 juta. Dan melalui sales mission yang dilakukan, pada tahun 2020 ini angka tersebut diharapkan meningkat sebanyak 15 hingga 20 persen.

Ketua BPPD Badung, IGN Rai Suryawijaya juga menyebutkan India adalah pasar yang sangat potensial, dan selama ini selalu memberi respon positif. “Hanya saja kelemahan kita ada pada transportasi yakni airlines. Jadi airlines ini harus kita dorong untuk terus melakukan direct flight Denpasar-India. Khususnya untuk 2 kota di India, yakni New Delhi dan Mumbai,” ungkapnya.

Airlines, menurutnya, memegang peranan sangat penting dalam menggarap pasar India. Karena diketahui, banyak orang India yang bermimpi ingin ke Bali. “India ke Bali hanya membutuhkan waktu sekitar 7 jam. Jadi direct flight inilah yang kita inginkan,” ucapnya mengenai pasar India yang memiliki long stay rata-rata selama 5 hari.

“Jadi kami harap semua pihak berkomitmen untuk menggarap pasar India, termasuk pula pihak airlines. Jadi kita optimis pangsa pasar India ini akan bertumbuhkembang dengan sangat baik, menjadi kontributor nomor 3 untuk Bali, setelah Cina dan Australia,” pungkasnya. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *