Mendes Usulkan Skripsi Mahasiswa Diganti KKN di Desa

Mendes Abdul Halim Iskandar. (foto : istimewa)

Beritabalionline.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengganti tugas akhir mahasiswa atau skripsi dengan kerja praktik lapangan selama 4 bulan. Kerja praktik ini dengan memberikan pendampingan terhadap pembangunan di desa.

Dalam istilah umum konsep tersebut lazim dikenal sebagai Kuliah Kerja Nyata atau KKN yang telah ditetapkan di sejumlah perguruan tinggi di beberapa daerah.

Halim menilai, langkah tersebut sejalan dengan ide dari Kemendikbud yang akan meluncurkan Program Kampus Merdeka. Dimana program ini memberikan pilihan kepada mahasiswa yakni selama 3 semester dan minimal 2 semester untuk bisa mengambil program di luar kampus. Seperti magang di NGO, kerja sama riset, atau magang kerja untuk mendampingi kepala desa.

“Kementerian Desa menyambut baik dan akan menindaklanjuti program ini (Kampus Merdeka) untuk membahas secara detil,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima, Kamis (23/1/2020). Dilansir merdeka.com.

Selama 1 semester tetap dihitung 20 SKS. Sehingga mahasiswa diperbolehkan memilih tetap kuliah atau mengganti kurikulum dengan cara praktik kerja di lapangan.