Polisi Tegaskan 14 Pelajar Pelaku Begal akan Diproses Hukum

Kapolresta menunjukkan barang bukti yang diamankan dari para pelaku. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Polresta Denpasar menegaskan kasus pembegalan yang dilakukan 14 anak di bawah umur (ABG) tetap akan diproses secara hukum. Pelaku yang masih berstatus pelajar ini dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

“Tetap proses tidak dilakukan diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana),” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Jumat (24/1/2020) di Mapolresta Denpasar.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku yang tergabung dalam geng motor Dongky ini mengaku sudah 5 kali menjalankan aksinya.

Mereka masing-masing berinisial IGKMP (17), DPP (17), MRS (16), IGKD (16), IGBRPS (16), KAB (15), IGYP (15) GM (15), SAS (15), JDKP (14), KA (14), IGM (14), IPBWPP (14) dan KBM (13) beraksi malam hingga dini hari ketika kondisi sepi.

“Mereka pilih-pilih ketika mencari korban. Nyari yang badannya sepadan biar bisa melawan korban,” ucap Kapolresta.

Para pelaku begal yang masih berstatus pelajar diamankan polisi. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Sebelum beraksi, awalnya kelompok pelaku nongkrong di salah satu warung yang di daerah Kesambi, Kuta Utara, Badung. Setelah tengah malam sekitar pukul 24.00 WITA, para pelaku menuju Denpasar dengan mengendarai sepeda motor.

“Mereka kemudian berkeliling jalan wilayah Denpasar sambil mencari korban khususnya yang sedang membawa sesuatu tas atau handphone,” beber Kombes Ruddi.

Setelah mendapatkan korban, mereka membuntuti. Ketika situasi agak sepi, pelaku lalu menghadang. Saat korban berhenti, masing-masing pelaku dengan masih di atas sepeda motor melakukan pemukulan dan mengambil paksa barang-barang korban.

“Setelah berhasil kelompok pelaku kabur dan kumpul kembali di area lapangan di
daerah Kerobokan, Kuta Utara, Badung untuk membagi hasil,” jelasnya.

Selama menjalankan aksinya, para pelaku yang masih berusia antara 14 hingga 17 tahun tersebut mengaku memperoleh hasil kurang lebih Rp30 juta dan dibagi rata.

“Uangnya ada yang dipakai beli minuman keras. Untuk aksinya, mereka dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya 9 tahun penjara,” tegas Kombes Ruddi Setiawan. (agw)