Ini Pesan Staf Ahli Bupati Tabanan Kepada Peserta RAT KPN Abdi Praja

Subrata Suyasa memberi sambutan saat menghadiri RAT KPN Abdi Praja Tahun Buku 2019. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Staf Ahli Bupati Tabanan Bidang Ekonomi Pembangunan I Ketut Subrata Suyasa, menegaskan rapat anggota merupakan pemegang kekuasaaan tertinggi dalam koperasi. Laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas dalam rapat sebagai ajang evaluasi atas pelaksanaan kegiatan, baik yang menyangkut tentang organisasi, usaha maupun manajemen.

“Saya harapkan anggota memanfaatkan dengan baik kegiatan yang hanya sekali dalam setahun ini untuk mencermati, mengkritisi, menyampaikan usul, saran atau pendapat yang bersifat konstruktif agar ke depan lebih baik,” pesan Subrata dalam sambutannya saat menghadiri RAT KPN Abdi Praja Tahun Buku 2019, Senin (27/1/2020), di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Tabanan.

Dikatakan, keberhasilan sebuah koperasi tidak hanya diukur dari besarnya SHU yang dicapai, tapi yang juga tidak kalah penting adalah seberapa besar koperasi dapat memberikan manfaat bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya, baik anggota, karyawan, pengurus, pengawas dan masyarakat sekitar.

“Mengelola koperasi bukan semata-mata mengelola asset modal, tapi juga mengelola manusia. Sehingga, koperasi sepatutnya juga dikelola secara humanis dan manusiawi,” harap Subrata.

Diakuinya, jumlah koperasi  di Tabanan cukup banyak, didominasi kegiatan usaha simpan pinjam, ketimbang kegiatan di sektor riil. Untuk itu, ia mengimbau agar gerakan koperasi menumbuhkan atau mengembangkan usahanya pada sektor riil.

Sementara itu, Ketua KPN Abdi Praja Tabanan I Made Yasa mengatakan, KPN berdiri sejak 28 Januari 1977, jumlah anggota KPN sampai saat ini tercatat 2.177 orang. Jumlah ini berkurang dari tahun 2018 sebanyak 116 orang karena ada pegawai yang pensiun. Namun demikian ia mengklaim ada peningkatan SHU pada tahun 2019.

“Berkat kerja sama seluruh anggota, pembina, pengurus, pengawas dan karyawan telah menambahkan hasil usaha koperasi pegawai negeri dengan meningkatnya aset, omzet dan SHU dari Rp804 juta lebih pada tahun 2018 menjadi Rp909 juta lebih pada tahun buku 2019 atau naik sebesar 13,12 persen,” demikian Yasa. (tra)