Polisi dan Warga Kubur Bangkai Babi yang Dibuang ke Sungai dan Tebarkan Bau Busuk

Polisi dan warga tampak mengambil bangkai babi yang dibuang ke sungai sesaat sebelum dikubur/Ist.

Beritabalionline.com – Sejumlah anggota Polsek Kuta Utara bersama masyarakat turun tangan mengubur bangkai babi yang dibuang warga sembarangan di aliran Sungai Subak Umalas, Banjar Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali pada Sabtu (22/2/2020).

Beberapa ekor bangkai babi yang mengambang di aliran sungai tersebut tidak saja mencemari lingkungan, tetapi juga telah menebar bau busuk yang membuat warga sekitar menjadi resah.

Polisi bersama sejumlah warga melakukan penguburan bangkai-bangkai tersebut sebagai upaya menghilangkan bau busuk, sekaligus menghapus keresahan warga terhadap kemungkinan virus babi dapat menular ke masyarakat.

“Kami masih menyelidiki siapa yang membuang bangkai-bangkai babi itu ke sungai secara sembarangan,” kata salah seorang anggota Polsek Kuta Utara di lokasi kejadian.

Kapolsek Kuta Utara Kompol Dewa Putu Gede Anom Danujaya SH SIK MH ketika dihubungi menjelaskan, membuang bangkai babi secara sembarangan itu selain sangat mencemari lingkungan, juga bisa menyebarkan penyakit seperti cholera.

Sehubungan dengan itu ia mengimbau dan mengajak warga masyarakat untuk tidak sembarangan membuang bangkai babinya yang belakangan banyak yang mati mendadak.

“Jangan buang bangkai sembarang. Ingat, mencemari lingkungan sama dengan meracuni diri sendiri. Karenanya, mari kita sama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih dan asri,” ujar Kapolsek, mengingatkan.

Babi yang merupakan hewan peliharaan penduduk, belakangan ini banyak yang mati mendadak. Musibah ini tidak hanya menimpa para peternak di wilayah Kabupaten Badung, namun juga di Denpasar, Gianyar dan Kabupaten Tabanan. (ist)