Batal Berangkat, PHU Pastikan Dana Jemaah Haji Aman

Kabid PHU Kanwil Kemenag Provinsi Bali, H Kusnul Hadi. (FOTO : Agung W/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Jemaah haji reguler dan khusus yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) tahun ini akan menjadi jemaah haji 1442 H atau 2021 Masehi. Namun, setoran pelunasan BIPIH juga dapat diminta kembali oleh jemaah haji.

“Pada prinsipnya uang pelunasan yang sudah disetor boleh diambil, kami tidak bisa melarang,” terang Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Bali, H Kusnul Hadi, Kamis (4/6/2020) di Denpasar.

Proses pengembalian uang sekitar 1 minggu. Namun dengan diminta kembali uang pelunasan, maka para calon jemaah haji akan masuk dalam daftar tunggu atau waiting list.

“Jemaah yang tidak minta uang pelunasan dikembalikan, maka itu menjadi prioritas, tapi bagi yang minta uang pelunasan dikembalikan, maka akan masuk waiting list, sesuai urutan porsi,” jelasnya.

Ditambahkan pula, jika jemaah meminta semua uang yang sudah disetor dari awal, maka ia harus mendaftar ulang jika akan berangkat haji.

“Artinya, jemaah harus menunggu lebih lama. Ini saja dengan adanya pembatalan, waktu tunggu menjadi 25 tahun,” paparnya.

Kendati demikian kata H Khusnul, sampai saat ini belum ada jemaah yang meminta dananya dikembalikan.

“Dana jemaah haji aman karena dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” tegasnya.

Berdasarkan data pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) pada tahap pertama dan kedua, total jemaah yang telah melakukan pelunasan sebanyak 682 jemaah.

Mereka berasal dari Kota Denpasar sebanyak 261 jemaah, Badung 162 jemaah, Buleleng 81 jemaah, Jembrana 57 jemaah, Klungkung 25 jemaah, Gianyar 25 jemaah, Karangasem 22 jemaah, Tabanan 20 jemaah dan Bangli 2 jemaah. (agw)