Polisi Bekuk Pelaku Skimming dan Buru Bule Asal Rusia Pemberi Kartu ATM Palsu

Ilustrasi kejahatan skimming ATM.

Beritabalionline.com – Direktorat Reskrimum Polda Bali berhasil membekuk pelaku skimming Dmitri Gaskov (35) yang mengaku bahwa kartu ATM palsu alias warna putih yang dipakainya untuk menarik uang di salah satu mesin ATM di seputaran Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar ternyata pemberian dari seorang temannya, yaitu warga negara Rusia berinisial F. Saat ini polisi tengah memburu keberadaan F.

“Pengakuannya, 48 kartu ATM palsu itu dia dapat dari temannya dari Rusia ini. Sekarang kita masih mencari dan mengejar temannya yang memberikan kartu ATM palsu itu,” ungkap Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Bali, Kombes Pol Dodi Rahmawan yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/6/2020) sore.

Dikatakan, dari awal pihaknya menduga bahwa pelaku kasus skimming ini adalah sindikat. Sehingga pihaknya tidak mempercayai pengakuan awal pelaku bahwa 48 keping kartu ATM palsu itu ia temukan di depan vila tempat ia menginap.

“Kita memang tidak percaya pengakuan awalnya, bahwa kartu ATM palsu sebanyak itu dia temukan di depan vila. Tetapi setelah kita dalami dan kembangkan lagi, akhirnya dia mengaku kartu ATM itu diberikan oleh F dua minggu lalu di wilayah Kerobokan. Kasus skimming ini memang seperti narkoba, jaringannya terputus,” jelasnya.

Setelah menerima kartu ATM palsu itu, pelaku sempat melakukan penarikan uang di sebuah mesin ATM di wilayah Denpasar pada 19 Juni lalu sebesar Rp3 juta. Sementara saat di tangkap di sebuah mesin ATM di Jalan Teuku Umar Barat, Senin (22/6/2020) pukul 20.00 Wita, ia melakukan penarikan senilai Rp2 juta. Kepada petugas, ia mengaku melakukan itu lantaran terpaksa karena sudah tidak ada uang lagi.

“Masa tinggalnya sebenarnya sudah lewat lima bulan. Dia tidak bisa pulang karena tidak ada uang. Sudah dua kali dia melakukan penarikan, totalnya Rp5 juta untuk kebutuhan hidupnya beli makan dan minum,” terang Dodi.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti satu unit sepeda motor bernomor polisi DK 7052 PA, 48 kartu ATM warna putih, uang tunai Rp2 juta, pasport atas nama pelaku, satu buah tas ransel, satu buah tas selempang, satu buah tas laptop dan satu buah handphone. (itn)