Warga Gianyar Pasien Covid-19 Meninggal

Petugas dari Yonzipur 18/YKR saat melakukan pemulasaran jenazah sesuai dengan protokol pemulasaran jenazah Covid-19 di Setra Desa Adat Medahan.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Salah seorang warga berinisial IMM asal Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar meninggal dunia ketika dirawat di Rumah Sakit Universitas Udayana (RS UNUD). Dari hasil tes swab, pasien meninggal ini positif Covid-19.

Hal itu diungkapkan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, Sabtu malam (27/6/2020).

Yang bersangkutan masuk ke RSPT Unud pada 22 Juni 2020 dan meninggal dunia pada tanggal 25 Juni 2020. “Yang bersangkutan sebelum dirawat di RSPTN UNUD tanggal 22 Juni 2020, sempat dirawat di RS Kasih Ibu Saba. 21 Juni 2020, dengan keluhan demam sejak seminggu yang lalu, nyeri dada dan diare. Keadaan fisiologis tekanan darahnya 110/80, temperatur 36, 7 derajat celcius, respirasi 26 per menit, nadi 110 per menit, SPO2 80%, Torak : rhonki positif. Penunjang : rapid test : IgM reaktif, Igg non reaktif, Xrai torax penemonia covid, DL : WBC 11.33; Lymp#0.7; NIU #: 9.89, HB: 13.8, HCT: 39.6, PLT : 307,” jelasnya dalam rilis berdasarkan hasil pemeriksaan medis.

Wisnu Wijaya juga menjelaskan, pasien dikonsulkan ke dokter penanggung jawab pasien spesialis penyakit dalam. Hasilnya diagnosa: Obserpasi Febris hari ke 7, ec. Pnemonia bilateral + akut diare+ PDP.

Selanjutnya yang bersangkutan dirujuk ke RS rujukan, karena semua RS rujukan penuh, maka semalam pasien tersebut dirawat di ruang isolasi IGD rumah sakit tersebut. “Tanggal 22 Juni 2020 pukul 15.00, yang bersangkutan dirujuk ke RSPTN UNUD. Pada tanggal 25 Juni 2020 pukul 18.00 yang bersangkutan dinyatakan meninggal.

Karena memiliki gejala seperti Covid-19, maka sesuai SOP dan tatalaksana pasien curiga Covid, pihak RSPTN UNUD melakukan swab dan pemulasaran jenazah sesuai dengan protokol penanganan jenasah Covid-19. Tanggal 26 Juni 2020, hasil swab dinyatakan positif SARS-COV2,” terang pria yang juga Sekda Gianyar tersebut.

Tindak lanjut yang dilakukan adalah penanganan pemulasaran jenazah mengacu protokol Covid-19. Kemudian pada 27 Juni 2020 dilakukan test, tracing, treatmen dan isolasi bagi kontak erat, sejumlah 39 orang dengan hasil non reaktif. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Provinsi Bali terkait kepastian penyebab kematian dan data base kematian kasus karena Covid-19 di Provinsi Bali.

Sementara jenazah pasien yang meninggal telah dikuburkan di setra adat asal pasien, yaitu di salah satu desa di wilayah Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Proses penguburan juga dilakukan sesuai protokol penanganan Covid 19 dan dilakukan pada pukul 22.00. (yes)

Tinggalkan Balasan