Update Data Covid 1 Juli 2020: Kasus Positif Bertambah 1.385 Orang, Sembuh 789, Meninggal 58

Achmad Yurianto.

Merdeka.com – Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah. Per Rabu (1/7/2020) pukul 12.00 WIB, ada penambahan kasus positif sebanyak 1.385 orang. Total menjadi 57.770 orang.

Juru bicara untuk Penanganan dan Percepatan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, telah ada penambahan pemeriksaan spesimen yaitu sebanyak 21.738 spesimen, sehingga akumulasinya menjadi 825.636.

Jumlah pasien sembuh bertambah 789 orang. Sehingga total pasien sembuh ada 25.595 orang. Pasien yang meninggal bertambah 58 orang, sehingga total ada 2.934 pasien yang meninggal usai terpapar Covid-19.

Sementara untuk jumlah orang yang dirawat di seluruh rumah sakit Indonesia sebanyak 13.296. Pemantauan ODP sebanyak 45.192 orang.

Yuri mengatakan, protokol kesehatan sudah banyak diimplementasikan dengan baik. Dari 542 kabupaten/ kota yang terdampak di 34 provinsi, angka kesembuhan terus bertambah. Ia yakin Indonesia bisa mengendalikan virus Covid-19.

Yuri juga menambahkan, bahwa ada 16 provinsi yang melaporkan kasus baru di bawah 10 kasus per hari. Ada 5 provinsi yang tidak ada penambahan kasus baru. Sementara kata Yuri, kasus sembuh cukup signifikan.

“Ini adalah gambaran bahwa Covid-19 bisa disembuhkan, angka sembuh ini terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu,” ujar Yurianto.

Dari kajian data yang dijelaskan, dalam satu minggu terakhir kesembuhan angka nasional sebanyak 43,2 persen. lebih rendah dibandingkan angka global yang sebanyak 54,23%. Namun jika diteliti lebih lanjut, kata Yuri, pada setiap provinsi ada 18 provinsi yang punya presentase kesembuhan di atas angka rata-rata dunia, yaitu di atas 54,23%, bahkan 13 provinsi memiliki presentase kesembuhan di atas 70%.

Kata Yuri, kesembuhan ini bisa dicapai karena pemerintah telah bisa menemukan kasus covid-19 yang terkonfirmasi dengan gejala ringan dan sedang yang mana segera diatangani rumah sakit.

“Kapasitas rumah skait kita jika dilihat data yg sama maka tigkat hunian rumah sakit kapasitasya 55,9%, ada 5 provinsi yang di atas 75%,” demikian Yurianto. (itn)

Tinggalkan Balasan